Lirik Lagu Himatika

Hayy maba mabaa Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta, kali ini aku bakalan share lirik lagu dimana lagu ini besuk akan kalian nyanyiin bareng bareng temen se-jurdikmat, se himatika.  Untuk lagunya bisa kalian unduh di youtube yaaa.

LAGU HIMATIKA
Cipt. Alm. Mohammad Andika Agung Nugraha

Lagu ini tercipta untuk kalian semua mahasiswa matematika
Yang ada di FMIPA Karangmalang Caturtunggal Depok Sleman Yogyakarta
Tiap hari bergelut dengan angka-angka dan berfikir tentang realita
Bermain-main abstraksi dengan akal pikiran yang membutuhkan banyak logika

Prereff:
Terkadang lemah letih lesu menggentayangi otakmu dan bikin pusing kepala
Cobalah sejenak menenangkan pikiranmua dengan datang ke himatika

Reff:
HIMAku..HIMAmu..HIMATIKA..HIMA kita semua.. 2x

Banyak kegiatan di HIMATIKA yang bermanfaat bagi kita semua
Ada LSM, Somat!, SLK, Aksos dan juga banyak macam lainnya
Juga Matematikabare dan Epsilon sebagai media di HIMATIKA
Yang kan berikan warna di komunitas matematika UNY tercinta

Prereff:
Terkadang lemah letih lesu menggentayangi otakmu dan bikin pusing kepala
Cobalah sejenak menenangkan pikiranmu dengan datang ke himatika

Reff:
HIMAku..HIMAmu..HIMATIKA..HIMA kita semua.. 2x

Istilah Baru Untuk Mahasiswa Baru

Artikel kali ini, bersumber pada pengalaman saya pribadi. Sebagai Mahasiswa baru atau yang lebih sering dipanggil “maba” tentunya akan menemui beberapa istilah baru bahkan terdengar asing bagi mereka di dunia perkuliahan. Artikel ini juga akan membahas tentang beberapa hal yang sangat membantu bagi maba yang masih bingung dan khususnya untuk mahasiswa baru Universitas Negeri Yogyakarta.

Saat pertama kali menjadi maba, kita akan dipandu oleh kakak tingkat untuk melakukan KRS. Apa itu KRS? KRS itu sendiri merupakan singkatan dari Kartu Rencana Studi. Dari namanya, kita tau bahwa tentu saja kita akan mendapat kartu yang berisi rencana studi. Dari KRS itu sendiri lebih umumnya yaitu seperti jadwal pada saat kita sekolah. Jadi, didalam KRS tersebut akan berisi nama kita, Dosen Pembimbing Akademik, NIM kita, jadwal kuliah beserta dosen dan ruangannya, total sks, serta hal lain yang berkaitan dengan rencana studi. Yang perlu kita lakukan saat KRS yaitu menemui Dosen Pembimbing Akademik dan meminta persetujuan dengan Dosen Pembimbing Akademik. Lantas, Apa itu Dosen Pembimbing Akademik? Dosen Pembimbing Akademik atau yang lebih sering disebut “DPA” ini adalah dosen yang akan membimbing kita, kita dapat meminta saran ataupun berkonsultasi dengan DPA mengenai dunia perkuliahan. Nah, untuk maba akan lebih mudah dimengerti jika DPA itu seperti Wali Kelas. Kurang lebih tugas nya sama dengan Wali Kelas. Di Universitas Negeri Yogyakarta ini, mahasiswa baru dibagi menjadi beberapa kelas sesuai prodi nya. Dan dari satu kelas tersebut disebut rombongan belajar dimana selama kita mengikuti pembelajaran, akan bersama satu rombel tersebut termasuk bersama kakak tingkat serombel yang mengulang kelas pada mata kuliah yang sama. Dari rombongan belajar tersebut berisi sekitar 40 orang. Dari satu rombongan belajar (rombel) akan mendapat dua DPA dimana masing masing DPA mengampu separuh dari jumlah orang di dalam kelas.

Dalam KRS, kita akan mendapati SKS. Apa itu sks? SKS merupakan kepanjangan dari Sistem Kredit Semester. Apa ya maksudnya? Untuk maba agar lebih mudah dimengerti, SKS itu kurang lebih sama saja dengan jam pelajaran. Jadi, satu SKS berarti satu jam pelajaran. Dua sks berarti dua jam pelajaran. Untuk lebih mudahnya begitu. Seperti saat SMA dulu, pelajaran Matematika berlangsung 2 jam pelajaran, satu jam pelajarannya 45 menit. Jadi, pelajaran matematika berlangsung selama 2×45 menit yaitu 90 menit. Didalam KRS akan tertulis per mata kuliah dengan jumlah SKS nya. Dalam dunia perkuliahan arti satu SKS yang lebih tepatnya yaitu satu jam bertatap muka dengan dosen, satu jam mengerjakan tugas dosen, dan satu jam belajar mandiri. Satu jam disini tidak berarti 60 menit, namun sesuai dengan kapasitas yang telah ditentukan yaitu 50 menit.  Yah, berarti satu SKS itu sama saja 150 menit? Ya. Satu SKS berarti 150 menit. Namun, ingat 150 menit terbagi menjadi tiga. Jadi, tidak usah takut karena yang bertatap muka dengan dosen hanya 50 menit, dan untuk pengerjaan tugas serta belajar mandiri menyesuaikan waktu yang kita punya tentunya. Dan sebagai mahasiswa yang baik tentunya kita harus berusaha memenuhi arti satu SKS dengan benar. Jadi, harus belajar mandiri secara rutin tentunya. Bagi mahasiswa baru di Universitas Negeri Yogyakarta dengan Jurusan Pendidikan Matematika Program Studi Matematika akan mendapat jumlah 19 SKS perminggunya. Dan untuk Prodi Pendidikan Matematika akan mendapat jumlah 20 SKS perminggunya. Dan untuk jurusan lain tidak akan terpaut jauh jumlah SKS nya.

Bagaimana? Sebagai mahasiswa baru kini kalian sudah mendapat gambaran kan mengenai KRS, DPA, dan SKS?  Semoga artikel kali ini membantu kalian semua khususnya Mahasiswa Baru.

Resensi Buku Tujuh Kebaikan Dido Lebah di Negeri Kesedihan

Tujuh_Kebaikan_Dido_Lebah_di_Negeri_Kesedihan___Heru_Kurniaw
   Dalam arikel kali ini,  saya menuliskan artikel yang berisi resensi daribuku yang berjudul “Tujuh Kebaikan Dido Lebah di Negeri Kesedihan”. Buku 
yang saya jadikan resensi ini wajib berasal dari perpustakaan Universitas 
Negeri Yogyakarta. 

           Tujuh Kebaikan Dido Lebah di Negeri Kesedihan 

A. Identitas Buku 
   -Judul buku 	   : Tujuh Kebaikan Dido Lebah di Negeri Kesedihan 
   -Penerbit 	   : Pustaka Anak 
   -Tahun Terbit   : 2012 
   -Jumlah Halaman : 102 halaman 
   -Nomor Edisi    : ISBN 978-602-98476-1-1 
B. Sinopsis 
   Resensi Buku  Tujuh Kebaikan Dido Lebah di Negeri Kesedihan – Buku ini  bergenre fantasi dan ditujukan kepada anak-anak yang berusia 4 tahun ke atas. Buku ini menceritakan tentang lebah yang berada di hutan dongeng. Lebah yang bisa terbang, tertawa, berbicara, berbuat baik, iseng, lucu, dan berpetualang. Lebah itu bernama Dido Lebah. Seekor lebah yang tinggal di hutan Tralala. Dialah sahabat kita. Sahabat yang akan mengajak kita berpetualang di Negeri Kesedihan, negeri yang dihuni para binatang yang semuanya sedih. Tidak satupun yang tersenyum senang dan bahagia.  Perjalanan Dido dimulai ketika ia bertemu seekor kupu-kupu bernama Loli.  Saat itu, Dido sengaja mengambil madu yang dibawa oleh Loli. Alhasil, Loli pun menjadi sangat sedih. Setelah itu, Dido bertemu dengan teman semutnya bernama Kiko yang tengah sedih karena kedua orang tuanya lupa dengan hari ulang tahunnya. Dido pun mengatakan jika orang tua Kiko sudah tak sayang lagi padanya. Hal itu sungguh membuat Kiko sedih. Tak hanya kupu-kupu dan semut, disepanjang perjalanannya Dido melakukan hal yang iseng kepada setiap hewan yang ditemuinya. Dan hal itu membuat hewan-hewan tersebut sedih. Mengetahui hal tersebut, ayah Dido menjadi sangat sedih karena hampir setiap hari ia mendengar keluhan dari orang tua hewan lain.  Hingga akhirnya suatu hari ayah Dido jatuh sakit lemas karena mengetahui kenakalan anaknya yang luar biasa. Puncak dari kesedihan ayah Dido adalah ketika menerima surat dari Raja Singa. Setelah membaca surat itu ayah Dido terbaring lemas dan tidak dapat mrmbuka matanya. Akhirnya Dido membawa ayahnya ke dokter kelinci. Namun, dokter kelinci tidak menemukan penyakit ayah Dido. Dido pun berjanji tidak akan nakal lagi. Hingga di malam hari, Dido bermimpi ditemui oleh seorang peri bunga cantik yang berkata jika obat untuk ayahnya yaitu madu ajaib yang bisa dimiliki karena perilaku baik. Namun, madu itu kini dimiliki oleh Raja Ular Naga dari Negeri Kesedihan. Akhirnya, Dido berpetualang mencari madu ajaib tersebut untuk kesembuhan ayahnya. Dalam prjalanan itu, Dido berusaha mengubah dirinya menjadi lebih baik. Namun, akhirnya ayah Dido meninggal dan Dido pun diangkat menjadi Raja Hutan Tralala  karena tujuh kebaikannya di Negeri Kesedihan. 
C. Kelebihan 
   Resensi Buku  Tujuh Kebaikan Dido Lebah di Negeri Kesedihan – Buku ini disajikan dengan sangat menarik. Terdapat gambar disetiap permulaan bab baru membuat orang khususnya anak-anak ingin melihatnya. Dari segi bahasa pun buku ini mudah dipahami. Selain itu, buku ini juga mengandung pembelajaran moral bagi yang membacanya. Bagi anak-anak buku ini akan mampu menjadi contoh terutama pada anak yang suka iseng kepada temannya seperi Dido Si lebah. Sekalipun buku ini ditujukan untuk anak-anak, namun tidak memutup kemungkinan bagi orang dewasa untuk membacanya. Karena kita mungkin saja menemukan pembelajaran baru yang mungkin bersifat kekanak-kanakan namun sangat berarti bagi kita.   
D.Kekurangan Resensi Buku  Tujuh Kebaikan Dido Lebah di Negeri Kesedihan – pada bagian sinopsis yang tertera pada buku, terlihat kurang menarik. Hal ini membuat pembaca menjadi enggan membaca setelah membacanya. Karena, pada bagian sinopsis tersebut alur cerita seakan mudah ditebak dan menimbulkan ekspetasi pembaca yang pendek. Padahal  sebenarnya alur cerita masih panjang serta cerita sangat menarik dan diluar dugaan kita.

library-uny
UNY
journal-uny